Wednesday, January 09, 2008

MUHARRAM



SELAMAT TAHUN BARU HIJRAH - MAAL HIJRAH.

"JIKA BENAR CINTA" kepada Junjungan Besar Nabi Muhammad Salallahu 'alaihi waalihi wassallam. Maka hendaklah kita BERHIJRAH dengan memahami, menyintai, mengikuti dan mengamalkan apa sahaja suruhan dan amalan Nabi Muhammad dan Ahlul Baitnya.

Peristiwa terpenting yang berlaku dibulan ini, adalah satu peristiwa bersejarah yang mesti diingati oleh seluruh umat Islam. Iaitu peristiwa pembunuhan Imam Hussein R.A, seorang daripada Ahlul Bait yang juga CUCU kepada Nabi Muhammad Salallahu 'alaihi waalihi wassalam.

Imam Hussein dikerjakan, diperlakukan, dan dibantai semahu - mahunya oleh pengikut dan atas arahan dari Yazid Bin Muawiyyah, seorang diktator dari Rejim Dinasti Muawiyyah. Akhirnya Imam Hussein dibunuh dengan kejam dihadapan ahli keluarga dan pengikutnya. Yang paling TRAGIS adalah dimana KEPALA IMAM HUSSEIN telah DIPENGGAL.

# Yang paling tragis pada hari ini adalah, umat Melayu yang beragama Islam di Malaysia khususnya, HANYA mengingati tentang satu perkara sahaja dibulan ini iaitu - BUBUR ASYURA.

8 comments:

Jie said...

Salam Abang Long.

Hijrah juga mengajar kita bersikap matang dlm mengambil sesuatu keputusan @ tindakan. Melangkah ke alaf baru yg serba-serbi pantas dn ringkas memerlukan generasi umat Islam yg memiliki kematangan yg tinggi dlm berfikir dn merancang. Kematangan tdk mgkn tercapai tanpa kewarasan dn ketenanga yang tersemat di dada umat Islam yg bertunjangkan ajaran Allah s.w.t.

arsaili said...

salam maal hijrah semoga kita berhijrah kpd yg lebih baik dr semalam

Ainin Naufal said...

Salam Maal Hijrah untuk abg long sekeluarga.

Semoag terus sukses,ya.

Noushy Syah said...

Salam Maal Hijrah 1429 Abg Long....hope all of us have a blessed new year.

mama ranggie said...

salam maal hijrah abg long...

semoga thn ni lebih ceria...

Zalisa Maz @ ZN Isa said...

Tiba2 tergerak hati nak ke sini. Selamat tahun baru hijrah :)

viruspadu said...

Salam maal Hijrah...

kene buat azam tahun baru jugak ni kan...

hepi2 always ya

elfizonanwar said...

APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan 'nasab'-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'.

Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.